Bertahan DI TENGAH PANDEMI, OFFICELIO COBA MEMBANTU UMKM DI SURABAYA

Pandemi Covid-19 berdampak ke segala sektor, salah satunya sektor ekonomi. Hal ini dirasakan secara signifikan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami krisis ekonomi. Pasalnya, menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM.

 Kesulitan ekonomi yang dialami UMKM tanpa disadari dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional. Saat ini UMKM mengalami berbagai permasalahan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun dan PHK buruh, hal ini menjadi ancaman bagi perekonomian nasional.

Peran UMKM sebagai penggerak ekonomi domestik dan penyerap tenaga kerja tengah menghadapi penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit secara signifikan. Bahkan menurut Survei BI : 87,5 persen UMKM Indonesia terdampak pandemi Covid-19.

Hal yang tentu saja sama, dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, yang jumlah UMKM nya tentu saja juga sangat banyak, tentu saja ini sangat berdampak kepada perekonomian di Surabaya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, bahwa Pemkot Surabaya melakukan berbagai upaya agar pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mampu bertahan dan tetap bergeliat di tengah pandemi. Salah satunya adalah memberdayakan UMKM dalam pemenuhan kebutuhan di masa pandemi.

Sementara untuk sarana promosi dan penjualan, kata Wiwiek, pemkot membuka aksesibilitas untuk pemanfaatan marketplace bagi UMKM. Bahkan, pihaknya juga mendorong dan memperkuat UMKM untuk membidik pasar ekspor. “Kami juga memfasilitasi dan mengoptimalkan penyediaan sentra atau stand untuk tempat penjualan dan display produk UMKM,” ungkap dia.

Meski demikian, pelaku usaha tak bisa lepas dari dampak pandemi itu sendiri. Tentunya hal ini berimbas pula pada omzet penjualan produk mereka. Karenanya, Disdag memfasilitasi UMKM untuk berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dalam mengusulkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Pusat.

Sementara itu dikesempatan yang berbeda, Walikota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi juga memiliki program yang mewajibkan seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pemkot Surabaya memakai produk UMKM seperti halnya ASN diwajibkan memakai baju batik buatan UMKM setiap hari Kamis dan Jumat.

Untuk mendukung hal itu, lanjut beliau, pihaknya meminta UMKM di Surabaya meningkatkan kualitas produksinya agar bisa diterima oleh pasar. Eri juga menyemangati organisasi sosial atau kelompok sosial untuk ikut andil bagian menggerakkan roda ekonomi di Surabaya dengan membentuk UMKM.

Eri jga mengatakan, warga harus berani mengungkapkan masalah sekaligus mencari tahu pasar. Jika ternyata UMKM tidak update dan tidak mampu memproduksi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat,  otomatis UMKM tidak bisa berkembang. Jika nantinya UMKM punya masalah tapi tidak berani mencari informasi dan menyampaikan ide dan solusinya, pemerintah tidak bisa membantu. Jadi harus bekerja sama

Sejalan dengan program pemerintah kota Surabaya, Officelio, selaku perusahaan start-up asal Surabaya, yang saat ini tengah berkembang dan mampu bertahan di tengah pandemi, mencoba untuk membantu UMKM di Surabaya.

Officelio  dikenal sebagai Startup Solusi Bisnis dan Kantor Officelio.com Group terdiri dari unit usaha  TokoXiaomi.com, KertasQ.com, PakaiSoftware.com, dan masih banyak lagi yang lainnya. UMKM  bisa mendapatkan akses gratis Officelio  Business Club melalui kelas online selama dua tahun untuk memajukan UMKM maupun Bisnis Online yang ada di Surabaya. Officelio dapat mebantu bisnis UMKM lebih maju dan berkembang lagi

Inovasi dan layanan digital yang terus dihadirkan oleh segenap tim dari Officelio ini, memang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan UMKM yang ada di lapangan. UMKM yang akan dibantu oleh Officelio ini diharapkan mampu menjadi pemantik, pemberdaya, punya brand yang kuat, dan secara keseluruhan mampu mengagregasi usaha Mikro dan Kecil untuk berlabuh ke platform digital ataupun ke pasar internasional (ekspor) nantinya.

Lebih lanjut lagi, Officelio melihat potensi UMKM Indonesia sangat besar khususnya Surabaya sehingga menggugah  Officelio untuk terlibat lebih jauh. Sementara digitalisasi UMKM masih sedikit pelakunya.

Mungkin jika mau melihat contoh, wartel kini sudah digantikan ponsel, lalu surat telah berganti email. Pencatatan keuangan pasti akan tergantikan, ini hanya masalah momentum dan siapa yang mau melakukannya.untuk itulah, Officelio memutuskan tidak mau sekadar jadi penonton tapi berpartisipasi untuk digitalisasi UMKM, terutama di kota Surabaya.

Bagi kalian yang memiliki bisnis online atau UMKM yang ingin berkembang, terutama yang berada di wilayah kota Surabaya, dapat mencari tahu informasi tentang Officelio, melalui website resminya di www.Officelio.com/GroupBisnis. Disana kalian akan mendapatkan semua informasi seputar bisnis dan kelas online bahkan kalian bisa juga sekalian berbelanja keperluan alat tulis untuk memenuhi kebutuhan bisnis atau perusahaan kalian.

Diharapkan apa yang dilakukan Officelio dapat menjadi inspirasi dan jawaban atas tantangan yang tengah dihadapi oleh hampir semua pengusaha di Indonesia khususnya di Surabaya untuk tetap saling mendukung dan membantu demi memperbaiki perekonomian masyarakat.

Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.