pimpinan seperti ini sebaiknya jangan ditiru ya?

Hal yang wajar ketika ada seorang karyawan yang pindah kerja ke perusahaan lain. Tapi, selalu muncul pertanyaan besar ketika seorang karyawan dengan talenta terbaik dalam perusahaan itu memutuskan untuk hengkang ke perusahaan yang berbeda.

Eddy Sunandar S Han, pendiri Universal HRD Clinic dalam sebuah tulisannya di halaman LinkedIn mengungkapkan berbagai alasan mulai dari ketidakpuasan kompensasi yang diterima, tekanan berat dalam pekerjaan, sampai si bos yang galak, bisa menyebabkan seseorang mengundurkan diri dari tempatnya bekerja.

Brian Sutter, direktur pemasaran pada Wasp Barcode, mengatakan bahwa karyawan terbaik pindah ke perusahaan lain karena mereka yakin di tempat baru akan diperlakukan dengan lebih baik.

Dr. Travis Bradberry, penulis buku laris Emotional Intelligence 2.0, presiden dari TalentSmart, dalam sebuah artikel di HuffingtonPost mencoba merangkum 9 perlakuan seorang bos kepada karyawan teladan yang menyebabkannya mengundurkan diri dari posisinya di perusahaan.

1. Membebankan pekerjaan terlalu banyak

Tidak ada yang membuat seorang karyawan teladan mengambil keputusan cepat untuk mengundurkan diri selain alasan beban kerja yang berlebihan. Membebani seorang karyawan terbaik dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai sebenarnya kontraproduktif.

Sebuah riset terbaru dari Stanford University menyebutkan bahwa produktivitas per jam menurun tajam ketika seseorang bekerja lebih dari 50 jam per pekan. Dan produktivitas akan jatuh seketika setelah melewati 55 jam per pekan.

2. Tidak ada reward untuk hasil kerja yang baik

Semua orang suka penghargaan, apalagi setelah mereka merampungkan pekerjaan dengan baik. Bos seharusnya berbicara kepada para karyawan tentang apa yang membuat mereka nyaman setelah mereka bekerja keras dengan hasil yang memuaskan.

3. Cuek kepada karyawannya

Lebih dari setengah orang memutuskan pindah kerja karena hubungan mereka yang buruk dengan sang bos. Bos yang tidak punya kepedulian kepada bawahannya akan sering ditinggal karyawannya. Mustahil mereka mau bekerja lebih dari delapan jam sehari ketika mereka tidak dipedulikan oleh sang bos.

4. Tidak menghormati komitmennya sendiri

Janji adalah janji. Ketika seorang leader berjanji akan membuat karyawannya merasa bahagia bekerja bersamanya dan ternyata janji itu tidak ditepati, jangan heran jika karyawan teladan lebih memilih pintu untuk keluar dari perusahaan itu.

5. Mempekerjakan dan mempromosikan orang yang tidak tepat

Karyawan teladan selalu ingin bekerja bersama dengan orang yang profesional. Ketika bos salah dalam mempekerjakan rekan kerja, si karyawan teladan akan merasa tak termotivasi lagi dalam bekerja. Satu-satunya pilihan terbaik baginya adalah keluar dari perusahaan.

6. Menghambat orang  untuk maju

Karyawan yang penuh talenta adalah orang yang punya semangat. Membuka kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan produktivitas dan kepuasan dalam bekerja akan membuat mereka nyaman. Dengan cara demikian, produktivitas mereka akan meningkat. Namun, jika kesempatan itu ditutup, mereka akan lebih memilih untuk hengkang.

7. Tidak memberi ruang untuk meningkatkan ketrampilan karyawan

Seorang pimpinan wajib meningkatkan ketrampilan karyawan teladan yang dimilikinya. Orang terbaik selalu membutuhkan umpan balik. Jika tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang, karyawan teladan ini akan bosan dan mencari perusahaan lain sebagai tempatnya bekerja.

8. Membatasi kreativitas karyawan

Karyawan teladan selalu mencari cara untuk memperbaiki semua yang mereka sentuh. Jika bos mencabut kemampuan itu hanya karena ingin adanya status quo, karyawan teladan akan membenci pekerjaannya. Ujung-ujungnya, mereka akan mengundurkan diri dan pindah ke tempat lain.

9. Tidak mampu memberikan tantangan

Ketika karyawan teladan diberi tantangan yang terlalu mudah untuk diselesaikan, mereka akan merasa bosan. Mereka akan mencari tantangan yang lebih hebat di luar sana.

Tagged , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.